BUKAN SEKEDAR AJANG KUMPUL

Sebuah kata yang semua Orang dipastikan sudah tahu maksudnya, Walaupun dengan kadar kepahaman yang berbeda. Dan sedikit bertabrakan. BUKAN SEKEDAR AJANG KUMPUL Ingin berbagi Pengetahuan Seputar Kebiasaan / Adat Istiadat, Budaya, Kesenian serta segala bentuk hal yang memiliki nilai seni.


Agustus Strindberg Biografi

Diposkan oleh Joe kancil Sabtu, 18 Februari 2012 6 komentar

  Seorang dramawan, novelis, dan penulis cerita pendek berasal dari Swedia. August Strindberg lahir di Stockholm. Ayahnya, Carl Oscar Strindberg, bangga jejak darah aristokratis, adalah agen pengiriman, tapi sukses bisnisnya relatif sederhana. ibu Strindberg, Ulrika eleanora Norling, memiliki latar belakang proletar. 
      Dia adalah putri seorang penjahit, yang pernah menjadi pembantu rumah tangga dan menjadi majikannya Carl Oscar. Agustus adalah anak ketiga mereka, pasangan itu memiliki sembilan anak lagi. masa kanak-kanak Strindberg miskin dan sengsara - dia malu dan ketegangan keluarga tertekan dia.
      Ulrika eleanora meninggal ketika ia berumur 13 tahun. Setelah ayahnya menikah lagi, Strindberg datang membenci ibu tirinya. Strindberg menikah tiga kali, Strindberg mewakili manusia ideal abad ke-19 artis sebagai kepribadian yang bebas, tidak dibatasi oleh konvensi.

Menulis drama realis

Diposkan oleh Joe kancil Sabtu, 04 Februari 2012 2 komentar

Menulis drama realis adalah proses transformasi realita kedalam karya sastera berbentuk drama. 
Dalam menulis drama realis yang perlu diperhatikan adalah kesesuaian paparan yang akan disajikan dalam karya drama dengan realita sehari-hari. 
Bila dikaitkan dengan ungkapan Sri Sultan Hamengkubuwoni X bahwa pertunjukan drama disepadankan dengan sandiwara maka drama realis adalah indikasi paling sesuai sebagai latar entrinya.
Drama realis disiapkan sebagai sandi (penanda) wara (peristiwa) yang sangat dekat dengan apa yang dilihat dan disaksikan sehari-hari.
Saat drama realis disajikan dalam sebuah pementasan maka mulai dari cerita hingga sett profertinya dirancang sebagai penanda kenyataan sehari-hari. Peristiwa yang dibangun juga tak jauh dari fenomena sehari-hari sehingga drama realis menyentuh semua kalangan apresiator dan mampu berkomunikasi dengan siapa saja bahkan orang yang tak faham seni sekalipun.
Sifat drama realis yang demikian membuat drama realis paling banyak dipentaskan.
Drama ini menjadi familiar, anak-anak yang belajar drama biasanya diperkenalkan dengan drama jenis ini. Drama realisme sendiri kadang-kadang bersifat suryalis dalam dialognya, namun dalam implemntasi drama ini tetap mengacu kepada pemahaman bersama tentang realita. 
Drama Adipus di Kolonus dianggap realisme walaupun bicara tentang dewa yang jelas-jelas suryalis. Kenyataan demikian disebabkan drama tersebut bicara soal kenyataan manusia di masanya yang meyakini Dewa-Dewi, pada arahan penampilannya drama ini sama sekali tidak memuat sesuatu yang mustahil dari pandangan penonton, semuanya disajikan secara natural dan sesuai kenyataan pada masanya. Walaupun bicara Dewa, tokoh Dewa hanya wacana tanpa pernah ada muncul dalam satu babakpun pertunjukan.
Karena drama realis merupakan kejujuran dari realita, maka seorang penulis drama realis dituntut punya banyak wawasan tentang persoalan hidup sehingga pengalaman nyata tersebut dapat menginspirasinya dalam menyajikan kenyataan kedalam bentuk karya drama. Biasanya drama realis sangat jelas dan tajam kritiknya terhadap kenyataan misalnya Rumah Boneka karya Ibsen yang nyata-nyata mempertanyakan eksistensi perkawinan yang rapuh pada masanya.

Langkah - Langkah Peran dengan Adegan

Diposkan oleh Joe kancil Senin, 19 Desember 2011 4 komentar

         Kalimat dalam dialog mengandung isi pikiran dan perasaan yang perlu diekspresikan. Untuk dapat menyampaikannya diperlukan kemampuan vokal, gerak, dan imajinasi seorang pemain.

Vokal
    Hal yang perlu diperhatikan dalam vokal:
•    aksen dinamik, merupakan bagian kata atau kalimat yang diucapkan lebih keras atau diberi penekanan daripada kata atau kalimat yang lain.
•    aksen tempo, merupakan kata yang mendapat aksen tempo merupakan kata yang lebih penting daripada yang lain. Dengan penggunaan tempo lebih lambat.
•    aksen nada/ intonasi, kalimat bisa menimbulkan arti yang bebeda apabila dilagukan dengan intonasi yang berbeda.

    Imajinasi
    Imajinasi diperlukan untuk hal-hal berikut:
•    Membina klimaks, membina klimaks dengan membina perkembangan kisah atau adegan. Hal ini berpengaruh pada keasyikan penonotn menikmati pertunjukan. Perkembangan dilakukan dengan bertahap.
•    Bermain dengan hidup, dalam menghayati perannya, pemain membutuhkan imajinasi untuk memasuki dunia perannya sehingga apabila pemain dapat sungguh menikmati perannya maka akan mempengaruhi perasaan dan adegan peran.

    Gerak
    Tubuh bergerak mengikuti peran yang dimainkan, berbagai macam gerak antara lain, gerak besar (melangkah, bloking) dan gerak kecil (mengerling, komat-kamit, bernapas, dll)
motif bergerak yang baik dalam teater antara lain:
•    Alasan kewajaran, karena keadaan dan situasi peran yang menuntutnya untuk bergerak. Karena hasil imajinasi terutama.
•    Alasan kejiwaan, karena alasan perasaan/ kejiwaan. Misalnya dalam keadaan marah dengan mengepalkan tangan dan memukul sesuatu.
      Gerak juga harus disesuaikan dengan timing/ waktu untuk menguatkan dialog dan kalimat yang diucapkan dan agara tidak mengganggu dan merusak isi dan makna dialog, antara lain:
Gerak sebelum ucapan, Gerak bersama ucapan, Gerak setelah ucapan. 

sumber : -

Menentukan Bentuk dan Gaya Pementasan

Diposkan oleh Joe kancil Sabtu, 22 Oktober 2011 2 komentar

Bentuk dan gaya pementasan membingkai keseluruhan penampilan pementasan. Penting bagi sutradara untuk menentukan dengan tepat bentuk dan gaya pementasan.
Bentuk dan gaya yang dipilih secara serampangan akan mempengaruhi kualitas penampilan.

Berdasar Naskah Lakon
Mementaskan teater berdasarkan naskah lakon menjadi ciri umum teater modern. Hal ini memiliki kelebihan tersendiri, di antaranya adalah sebagai berikut. Durasi waktu dapat ditentukan dengan pasti.
Karena dialog peran sudah ditentukan dan tidak boleh ditambah atau dikurangi maka durasi pementasan dapat ditentukan. Dari serangkaian latihan yang dikerjakan secara rutin dan kontinyu ditambah dengan unsur artistik dan teknis maka lamanya pertunjukan teater berdasar naskah dapat ditetapkan.
Bahkan dalam produksi teater profesional yang semuanya dirancang dengan baik, lamanya adegan, perpindahan antaradegan, dan tanda keluar-masuk ilustrasi musik atau pencahayaan ditentukan waktunya sehingga setiap detik sangat berharga dan menentukan berhasil tidaknya pertunjukan tersebut. Arahan dialog sudah ada.
Sutradara tidak perlu menambah atau mengurangi dialog yang sudah tertulis dalam lakon kecuali punya keinginan mengadaptasinya. Tugas aktor adalah menghapalkan dialog tersebut dan mengucapkannya dalam pementasan. Dalam lakon terkadang arahan emosi berkaitan dengan dialog juga dituliskan sehingga sutrdara lebih mudah dalam memantau emosi tokoh yang diperankan aktor.
Arahan laku permainan dapat ditemukan dalam naskah. Dengan mempelajari naskah, arahan laku permainan dari awal sampai akhir dapat ditemukan. Dengan demikian, sutradara mudah dalam membuat perencanaan blocking. Konflik dan penyelesaian tidak bekembang. Karena tidak ada impovisasi, maka konflik dan penyelesaian lakon pasti. Fokus permasalahan telah ditentukan. Sutradara menjadi mudah menentukan penekanan permasalahan lakon.
Pengembangan yang dilakukan hanyalah persoalan sudut pandang. Gambaran bentuk latar kejadian dapat ditemukan dalam naskah. Lakon telah menyediakan gambaran lengkap laku perisitiwa melalui dialog tokoh-tokohnya. Gambaran ini sangat penting bagi sutradara untuk mewujudkannya di atas pentas. Kalaupun hendak melakukan adaptasi atau penyesuaian, sutradara telah mendapatkan gambarannya.
Di samping kelebihan tersebut di atas, pementasan teater berdasar naskah lakon juga memiliki kekurangan dan problem tersendiri. Jika sumber daya yang dimiliki tidak sesuai dengan kehendak lakon harus dilakukan adaptasi. Hal ini perlu dilakukan. Jika memaksakan kehendak harus sesuai dengan gagasan lakon, maka kerja sutradara akan semakin keras. Tergantung dari kekurangan sumber daya yang dimiliki.
Jika sumber daya manusia (aktor) yang kurang, maka sutradara memerlukan waktu ekstra untuk membimbing para aktornya. Jika sumber dana yang kurang maka tim poruduksi harus berusaha keras untuk memenuhi tuntutan tersebut. Jika hendak menyesuaikan dengan ketersediaan sumber daya, maka adaptasi lakon harus dilakukan. Sutradara perlu meluangkan waktu untuk melakukannya. Kreativitas aktor terbatas.
Dengan ditentukannya arah laku maka kreativitas aktor di atas panggung menjadi terbatas. Meskipun secara artistik tidak masalah, tetapi karya teater menjadi karya sutradara. Aktor tidak memiliki kebebasan penuh selain menerjemahkan konsep artistik sutradara. Tidak memungkinkan pengembangan cerita.
Cerita yang telah dituliskan oleh pengarang harus ditaati. Setuju atau tidak setuju terhadap cerita, konflik, dan penyelesaian konflik, sutradara harus mengikutinya. Jika sutradara hendak mengembangkan cerita, konflik dan mengubah cara penyelesaian, ia harus mendapatkan ijin dari penulis naskah lakon. Jika ia tetap melakukannya, maka sutradara telah melanggar kode etik dan hak karya artistik. Jika naskah lakon tersebut telah dipublikasikan dalam bentuk buku dan memiliki hak cipta maka sutradara bisa dituntut di muka hukum.

Catatan Membaca Naskah Drama

Diposkan oleh Joe kancil Sabtu, 08 Oktober 2011 2 komentar

        Membaca drama berbeda dari membaca fiksi drama menceritakan sedikit tentang karakter, biasanya hanya dalam arah tahap yang pemirsa dari memainkan tidak melihat.
Kedua aktor dan pembaca, kemudian, harus membaca petunjuk tahap hati-hati dan untuk membuat kesimpulan dari apa yang dipelajari tentang karakter dalam dialog. Dari apa yang dikatakan karakter, Anda harus membangun sebuah penafsiran siapa mereka. 

Karakter
Hal pertama yang Anda ingin mendapatkan lurus tentang bermain adalah karakter, plot dalam drama sebagian besar ditentukan oleh interaksi antara KARAKTER. Jadi ada dua hal yang perlu mencari tahu:

1. Apa yang terjadi dan telah terjadi pada masing-masing karakter dan siapa mereka sebagai akibat dari peristiwa ini.
  • Kami menyebutnya "garis utama".
  • Cara yang baik untuk membentuk garis utama adalah berpikir tentang motivasi: apa yang membuat setiap bentuk karakter? Apa yang mereka inginkan, apa yang memotivasi tindakan mereka dan kata-kata? 
  • Apa yang kita mencari tahu tentang sejarah masing-masing karakter dalam bermain? Apa masa lalu mereka memberitahu kita tentang mereka sekarang? 
  • Pilih karakter untuk mengkhususkan masuk Menggunakan sejarah masa lalu yang karakter, membangun motivasi. Apa yang membuat dia hadir? Bagaimana mereka berhubungan dengan masing-masing karakter lain?
2. Bagaimana karakter berinteraksi.
  • Kami menyebutnya "garis lintas".
  • memahami bagaimana masing-masing karakter dalam setiap tingkat berhubungan satu sama lain dan untuk orang-orang di tingkat lain
  •  Apa hubungan masing-masing karakter dengan setiap karakter lain.

Plot dalam drama biasanya dalam empat bagian dari komplikasi dengan pembatalan melalui pengakuan untuk resolusi.
  • komplikasi adalah awal dari tindakan, di mana semua konflik akan diatur, kabel bisa menyeberang, orang-orang menentang satu sama lain, para pecinta tersesat dari satu sama lain dll Apa yang akan rumit dalam permainan ini?
  • pembalikan atau "PERIPETIA" adalah giliran tiba-tiba aksi dari bermain, saat ini dalam sebuah tragedi di mana pahlawan jatuh (seperti ketika Adam menggigit apel atau pembunuhan Macbeth raja). Apakah ada ternyata tiba-tiba dalam bermain ini?
  • Satu jenis krisis bisa menjadi krisis mengetahui, sebuah iluminasi pengertian, tiba-tiba, atau pengakuan (seperti ketika Oedipus akhirnya tokoh bahwa ia adalah pembunuh ia telah mencari). Apa saat-saat penting pengakuan dalam bermain? Siapa yang mengakui apa? Apa yang memberitahu kita tentang TEMA dari bermain, makna itu mengeksplorasi, pesan itu ingin menyeberang?
  • Resolusi adalah cara memainkan akan teratasi pada akhirnya. Jika itu komedi, memutar umumnya berakhir dengan pernikahan, pesta, dansa. Komedi berakhir dengan integrasi pahlawan ke dalam masyarakat. Tragedi adalah tentang isolasi pahlawan dari masyarakat, sehingga mereka biasanya berakhir dengan kematian atau pengasingan. Bagaimana akhir ini bermain? Apakah ini komedi atau tragedi? Apa yang tampaknya saat-saat paling dramatis dalam bermain? Dimana krisis?
Tema
      Cara lain untuk mendapatkan di TEMA melibatkan menaruh perhatian pada apa dramawan menekankan.
  1. Apa ide-ide dan masalah yang berulang, dibesarkan lagi dan lagi?
  2. Apa ide-ide memiliki citra, terkuat paling jelas dan / atau bahasa kiasan yang terkait dengan mereka?
  3. Apa yang akan Anda mengidentifikasi sebagai garis paling penting dalam bermain?

Moliere Biografi

Diposkan oleh Joe kancil Rabu, 05 Oktober 2011 2 komentar

Molière, yang nama aslinya adalah Jean Baptiste Poquelin, Sebagai dramawan komik dia dapat disamakan dengan dramawan aliran lain seperti Aristophanes, Plautus, dan George Bernard Shaw.
Ia juga aktor drama komik terkemuka Perancis, sutradara panggung, dan ahli teori dramatis abad ke-17.
Dalam periode awal teater, didominasi oleh tragedi neoklasik formal, Molière menegaskan potensi komedi sebagai bentuk, seni yang fleksibel.Ia dilahirkan pada Jan 15, 1622 untuk Marie dan Jean Poquelin, ayahnya adalah seorang pedagang mebel Paris dan tukang melapis perabot rumah kepada raja. Jean Baptiste menerima pendidikan awal di College de Clermont, sebuah sekolah Jesuit, menjadi seorang sarjana menjanjikan Latin dan Yunani.
Meskipun ia mulai belajar hukum dan dianugerahi gelar sarjana hukum pada tahun 1642, dia berpaling dari kedua profesi hukum dan bisnis ayahnya.
Sebaliknya, ia dimasukkan (1643) suatu rombongan akting, Teater Illustre, bekerja sama dengan keluarga Béjart, mungkin karena ia telah jatuh cinta pada putri tertua mereka, Madeleine Béjart, yang menjadi majikannya. Pada kira-kira saat yang sama ia juga memperoleh nama samaran yaitu moliere.
Dengan perusahaan ini, Molière gagal dan bangkrut, lalu pergi untuk tur provinsi, terutama di Perancis selatan dan barat daya, dari sekitar 1646-1658. Selama 12 tahun ia dipoles keterampilan sebagai aktor, sutradara, administrator, dan dramawan.
Pada 1658 rombongan kembali ke Paris dan bermain sebelum Louis XIV. saudara raja menjadi pelindung Molière's; Molière kemudian dan rekan-rekannya resmi ditunjuk penyedia hiburan kepada Raja Sun sendiri.
Dalam 24 tahun berikutnya, dimulai dengan The Maidens Diejek Precious (1659), yang didirikan dia sebagai penulis drama komik yang paling populer hari, dan berakhir dengan The Imaginary Invalid (1673), Molière maju dari seorang adaptor berbakat dari Italia yang diturunkan sketsa dan seorang pemain sandiwara yang memakai extravaganzas untuk seorang penulis yang memainkan terbaik memiliki dampak tragedi abadi.
Tanpa disadari, ia membuat banyak musuh. Dramawan lain membenci percobaan terus-menerus dengan bentuk komik (seperti dalam the school for wives/Sekolah untuk Istri) dan the verse/ ayat (seperti dalam Amphitryon).
Dramawan tragedi terkenal seperti Montfleury dan Hauteroche iri keberhasilannya dengan publik dan perlindungan kerajaan yang ia menikmati. Molière menanggapi dengan memasukkan beberapa pengkritiknya ke dalam komedi sebagai buffoons dan ineffectuals.
Pada 1662 ia menikah Armande Béjart, seorang aktris 19 tahun yang adalah saudara baik Madeleine atau (karena beberapa dari saingan dramawan diklaim) putrinya oleh Molière. Mereka memiliki satu anak, Esprit-Madeleine, lahir tahun 1665. Perkawinan menyebabkan lebih dari satu pemisahan dan rekonsiliasi antara penulis naskah dan istrinya, yang 21 tahun lebih muda.
Di akhir 1660s, Molière terkena penyakit paru-paru, meskipun ia terus menulis, bertindak, langsung, dan mengelola rombongan sebagai penuh semangat seperti sebelumnya. Dia akhirnya runtuh pada 17 Februari 1673, Empat hari kemudian, pada malam tanggal 21 Februari, ia dikebumikan di Pemakaman Saint Joseph.
Tujuh tahun kemudian raja meresmikan teater nasional Perancis, Comedie Francaise, sebagai Rumah Molière.
Pengaruh kuat pada teater Molière datang dari kelompok-kelompok Commedia dell'arte Italia dengan simpanan karakter dan situasi mereka yang ditemui selama perjalanannya. Pengaruh ini telah disempurnakan dengan berbagi Molière di Bourbon Théâtre du Petit-di Paris dengan pemain Italia, dipimpin oleh pemalas dirayakan. Dalam komedi itu lagi, Molière sangat halus dalam tema dan teknik, pengaturan sebagian besar plot di dan sekitar Paris dan meningkatkan komedi Prancis neoklasik terhadap bidang kesenian dan penemuan tidak pernah dicapai sebelumnya. Ia menerapkan alexandrine, atau baris heksameter berirama dipinjam dari tragedi kontemporer, banyak yang telah dipentaskan - untuk sebuah dialog santai yang ditiru pidato percakapan.

Tata Rias Aktor Teater

Diposkan oleh Joe kancil Senin, 26 September 2011 1 komentar

      Merias wajah bukan merupakan hal yang baru untuk dikenal atau dipergunakan. Sejak ribuan tahun yang lalu rias wajah sudah dikenal dan ditrapkan oleh kaum wanita khususnya, dimana setiap negara dan bangsa mempunyai ciri-ciri dan tanda-tanda ataupun standard tertentu akan arti ”cantik”. Warna-warni untuk rias wajah yang dikenal sejak zaman dulu adalah warna putih, merah dan hitam, yang diambil dari daun-daunan, kulit pohon yang ditumbuk, atau batu-batuan berwarna yang dihaluskan dan dikenakan pada wajah. 
      Nenek moyang kita mengenal cengkeh yang dibakar untuk menghitamkan alis, bubuk beras dan telur untuk bedak. Semua digunakan untuk mempercantik diri diambil dari alam sekelilingnya.
     Perkembangn zaman, manusia mulai mengenal listrik, mengenal film baik hitam putih maupun berwarna. Sesuai perkembangan zaman berkembang pula teknologi seingga warna-warni di dalam dunia rias merias juga makin meningkat, karena segala macam warna dapat diserap oleh film berwarna. Sejalan dengan itu produk kosmetik makin banyak.

Pengertian Rias Wajah
      Tata rias wajah adalah salah satu ilmu yang mempelajari tentang seni mempercantik diri sendiri atau orang lain dengan menggunakan kosmetik dengan cara menutupi atau menyamarkan bagian-bagian yang kurang semprna pada wajah maupun bagian-bagian yang sempurna atau cantik pada wajah dengan warna yang terang.

Tujuan Merias Wajah
      Tujuan merias wajah adalah untuk mempercantik diri pada umumnya, khususnya wajah agar kelihatan segar dan cantik.

Berdasarkan jenis rias, tata rias dapat diklasifikasikan menjadi 8 jenis,yaitu sebagai berikut ;
  1. Rias Jenis : Rias yang mengubah peran, misalnya peran laki-laki diubah menjadi peran wanita atau sebaliknya.
  2. Rias Bangsa : Rias yang mengubah kebangsaan seseorang, misalnya orang asia menjadi orang eropa atau sebaliknya.
  3. Rias Usia : Rias yang mengubah usia seseorang, misalnya orang muda berperan sebagai orang tua atau sebaliknya.
  4. Rias Tokoh : Rias yang membentuk tokoh tertentu yang sudah memiliki ciri fisik yang harus ditiru. Misalnya seseorang pemuda bisa berperan sebagai Superman.
  5. Rias Watak : Rias sesuai dengan watak peran. Misalnya tokoh sombong, pelacur, penjahat, dan lain-lain.
  6. Rias Temporal : Rias dibedakan karena waktu tertentu. Misalnya rias sehabis mandi, bangun tidur pesta, sekolah, dsb.
  7. Rias Aksen : Rias yang hanya memberi tekanan kepada pelaku yang mempuyai analisis sama dengan tokoh yang dibawakan.
  8. Rias Lokal : Rias yang ditentukan oleh tempat atau hal yang menimpa pesan saat itu. Misalnya rias di penjara, petani, dipasar, dsb
Prinsip-prinsip Tata Rias Wajah
      Untuk menentukan rias wajah pertama kali kita perlu mengoreksi bentuk wajah dan bagian-bagian wajah seperti mata, hidung, bibir dan bentuk alis, untuk melakukan suatu koreksi dipergunakan warna gelap dan warna terang.
      Warna gelap /shading merupakan warna bayangan memeri kesan menyamarkan, mengurangi, mencekungkan atau mengecilkan warna tersebut, adalah warna kecoklatan dan semua warna yang dicampur dengan warna hitam.
      Warna terang /tint memberi kesan menonjolkan, mengembungkan, meninggikan dan melebarkan warna tersebut adalah warna putih, silver dan lain-lain yang terang. Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan tata rias wajah :Kosmetik, Pilihlah kosmeteik yagn tepat da bermutu baik untuk mempercantik wajah anda.
  • Pembersih kulit wajah, Sebelum melakukan rias wajah kulit muka harus dalam keadaan bersih.
  • Pemilihan alas bedak, Pilihlah alas bedak yang sesuai dengan warna kulit anda.
  • Pemilihan bedak, Pilihlah bedak yang warnanya dilihat dari foundation (dasar bedak) yang digunakan, kalau dasar bedak warna gelap maka bedak dipilih warna yang setingkat lebih muda dari warna dasar bedak.
  • Pemilihan rias mata, perona bibir dan pipi, Pililah rias mata, perona bibir dan pipi yang sesuai atau serasi dengan busana.
  • Jenis kulit, Misalnya untuk kulit kering sebaliknya digunakan kosmetik yang mengandung minyak dan sebaliknya.
  • Usia, Faktor usia juga harus diperhatikan dalam tata rias wajah korektif ini sesuaikan gaya tata rias dengan wajah.
  • Waktu dan suasana, Sesuaikan tata rias wajah dengan keadaan, waktu, apakah untuk siang atau malam hari. Pakailah tata rias sederhana pada siang hari dan yang lebih tebal pada malam hari.

Berdasarkan sifatnya, tata rias diklasifikasikan menjadi 5, yaitu :
  1. Base (dasar), Rias dasar ini harus dipakai. 
  2. Foundation, Jenis alat rias ini dapat berwujud stick atau pasta.
  3. Lines, Lines ini berguna untuk memberikan batas anatomi wajah.
  4. Rouge, Rouge untuk menghidupkan bagian pipi dekat mata, tulang pipi, dagu dan kelopak
  5. Cleansing (cream), Cream pembersih ini harus ada karena secara efektif menghilangkan semua rias kita.
 sumber : http://wisatateater.blogspot.com/2011/03/tata-rias-teater.html

Teater boneka

Diposkan oleh Joe kancil Rabu, 21 September 2011 3 komentar


Hm…. Sudah lama sekali rasanya fakum dari blog,, akhirnya sekarang bisa lagi buat posting lagi. Terkadang setiap saya lagi ngenet saya pengen sekali buat artikel buat blog saya,, tapi kalau ngenet di warnet rasanya tidak Afdol gak akayak di rumah sendiri… Oop… malah curhat,posting kali ini saya ingin berbagi, mengenal apa tho itu teater boneka.
Teater Boneka menjadi salah satu bentuk teater, karena penggunaan pemain bukan manusia yaitu boneka atau wayang
Teater boneka memiliki karakter yang khas tergantung jenis boneka yang dimainkan. Kewajiban sutradara tidak hanya mengatur pemain manusia, tetapi juga mengatur permainan boneka. Di bawah ini beberapa langkah yang bisa dikerjakan oleh sutradara yang hendak mementaskan teater boneka:
* Mampu memainkan boneka dengan baik. Banyak jenis boneka dan masing-masing membutuhkan teknik khusus dalam memperagakannya. Boneka dua dimensi seperti wayang kulit memiliki teknik memainkan berbeda dengan boneka tiga dimensi seperti wayang golek. Boneka wayang golek memiliki teknik permainan yang berbeda dengan boneka marionette yang dimainkan dengan tali. Sutradara harus bisa memainkan boneka tersebut.
* Mampu mengisi suara sesuai dengan karakter boneka. Mengisi suara sesuai karakter boneka menjadi prasyarat utama. Karakter suara harus bisa tampil secara konsisten dari awal hingga akhir pertunjukan. Biasanya seorang pemain boneka bisa membuat beberapa karakter suara yang berbeda.
* Mampu menghidupkan ekspresi boneka yang dimainkan. Memainkan boneka bisa saja dipelajari, tetapi memberikan ekspresi hidup adalah hal yang lain. Ekspresi selalu menyangkut penghayatan dan konsentrasi. Karena peran diperagakan oleh boneka, maka karakter boneka harus benar-benar melekat sehingga pengendali boneka seolah-olah bisa memberikan nafas hidup di dalamnya. Boneka yang dimainkan dengan hidup akan menarik dan tampak nyata.
* Jika pemain boneka banyak maka harus mampu mengatur adegan agar pergerakan boneka tidak saling mengganggu. Jika lakon yang dimainkan membutuhkan banyak peran, maka pengaturan adegan harus dikerjakan dengan teliti. Tempat pertunjukan teater boneka yang terbatas harus disesuaikan dengan jumlah boneka yang tampil. Selain itu, seorang pengendali biasanya hanya bisa mengendalikan maksimal dua boneka, maka penampilan boneka yang terlalu banyak jugaakan merepotkan para pengendalinya.
* Jika pemain sedikit harus memiliki kemampuan mengisi suara dengan karakter yang berbeda. Jumlah pengendali boneka yang sedikit tidak masalah asal setiap orang mampu menciptakan beberapa karakter suara. Yang terpenting dan perlu dicatat adalah setiap boneka mempunyai karakter suaranya sendiri. 
* Mampu membangun kerjasama antarpemain boneka. Dalam teater boneka kerjasama antarpemain tidak hanya menyangkut emosi, tetapi juga menyangkut hal-hal teknis.Keluar masuknya boneka di atas pentas berkaitan langsung dengan pengendali bonekanya. Oleh karena itu, pengaturan adegan boneka disesuaikan dengan kemampuan pengendali. Jika tidak ada kerjasama yang baik antarpemain (pengendali boneka), maka pergantian adegan bisa semrawut sehingga para pemain kewalahan.

Latihan Asah Akting

Diposkan oleh Joe kancil Rabu, 27 Juli 2011 4 komentar

Hay teman… diantara kalian siapa yang jago akting, Mungkin semuanya saya kira jago akting semua,, Apa lagi anak cowo!! gak seru kalau tidak jago akting…, Sebenar sih..gampang_gampang susah untuk belajar akting, asal kita tahu dasarnya. Untuk itu mari kita belajar dasar dengan latihan interaktif. Latihan interaktif bertujuan mengasah keberanian akting, menghilangkan rasa risih serta membangun kekuatan mental sebagai aktor.

Ada lima tingkatan dalam latihan ini :
Pertama, salah satu peserta latihan melakukan pembicaraan, sedangkan teman-temannya menjawab serentak dengan cemoohan. Hal ini dilakukan untuk semua peserta secara begiliran pula dieejek oleh yang lainnya.

Kedua, pelatihan mengajak orang yang sedang lewat berbicara dengan ekspresi seolah-olah serius, usahakan orang tersebut percaya dengan pembicaraan kita. Kemudian tinggalkan orang itu dalam keadaan percaya apa yang kita katakan.

Menonton Imajinasi

Diposkan oleh Joe kancil Senin, 25 Juli 2011 3 komentar

Pernah kan anda berimajinasi? Saat menonton sebuah pertunjukan sandiwara kerap kita terbawa kedalam suasana yang dihadirkan para aktor tanpa disadari. Sering kali tanpa disadari kita menangis saat menonton drama, apalagi saat menonton yang namanya sinetron. Bahkan sangking asyik nya mata kita mau copot mlototin itu layar TV, sampai tak berkedip…
Didalam seni pertunjukan. Kemampuan akting anak wayang yang bermain sandiwara di atas pentas menyajikan pertunjukan dengan baik memang kadang membuat kita ”terbang” ke alam mimpi dan terbuai dalam sebuah suasana ”asing” yang lepas dari kenyataan kita sebenarnya. 
Hal ini membuat sebuah drama menjadi sebuah suguhan yang menarik, selain sebuah media hiburan kerap pula menjadi media hiburan bagi para pecinta seni. khususnya seni drama.
Dibalik semua yang tersaji di atas pentas tersebut ternyata ada rahasia lain yang tersembunyi, ada sebuah proses panjang sebelum karya tersebut menjadi tontonan bagi penikmatnya. Setidaknya ada lima proses yang dilalui oleh seorang pencipta karya drama sebelum tersaji ke atas pentas yaitu proses stimulasi, proses sublimasi, proses kontemplasi, aksi kreatif dan menikmati.
Udah dulu ya sob, lain kali pasti akan saya jelaskan kelima proses tersebut !!

Asal Mula Aksara Jawa

Diposkan oleh Joe kancil Minggu, 24 Juli 2011 8 komentar

Tahu apa aksara Jawa? Pernah denger dongeng Ajisaka, Menurutku, aksara Jawa itu penting banget mengingat aku adalah orang Jawa (walau cuma Jawa keturunan), aksara Jawa adalah bagian yang sangat penting dari kebudayaan Jawa. Aksara Jawa ini punya sejarahnya sendiri, legenda atau mitos gitu, yang dipercaya sebagai asal mula munculnya aksara ini. Sayangnya, ga banyak anak muda Indonesia sekarang yang peduli, apalagi tahu tentang kisah2 kayak gini yang merupakan komponen dari kebudayaan Indonesia.
Alkisah mari kita telusuri gimana to asal mulanya…..Jaman dulu, di Pulau Majethi, hidup seorang satria bernama Ajisaka. Selain ganteng, Ajisaka juga punya ilmu tinggi dan sakti. Ajisaka punya dua orang punggawa bernama Dora san Sembada. Dua orang itu sangat setia dan nurut sama Ajisaka. Suatu hari, Ajisaka ingin pergi berkelana, bertualang meninggalkan Pulau Majethi. Dora pergi menemani Ajisaka sedangkan Sembada tetap tinggal di Pulau Majethi karena Ajisaka memerintahkan Sembada untuk menjaga pusaka Ajisaka yg paling sakti. Ajisaka berpesan pada Sembada bahwa Sembada ga boleh menyerahkan pusaka itu kepada siapapun kecuali Ajisaka.

Nah, pada waktu itu di Jawa ada negara yang terkenal makmur, aman, dan damai, yang berjudul Medhangkamulan. Negara itu dipimpin oleh Prabu Dewatacengkar, raja yang berbudi luhur dan bijaksana. Seuatu hari, juru masak kerajaan tidak sengaja memotong jarinya waktu masak. Juru masak itu ga sadar bahwa potongan jarinya masuk ke hidangan yang akan disuguhkan kepada Sang Raja. Tanpa sengaja juga, jari itu termakan oleh Prabu Dewatacengkar. Ga disangka, Prabu Dewatacengkar merasa daging yang dia makan sangat lezat, kemudian ia mengutus patihnya menanyai juru masak kerajaan. Ternyata kemudian diketahui bahwa yang tadi dimakan oleh Prabu Dewatacengkar adalah daging manusia, ia memerintahkan kepada patihnya untuk menyiapkan seorang rakyatnya untuk disantap setiap harinya. Sejak itu Prabu Dewatacengkar punya hobi baru, yaitu makan danging manusia. Wataknya berubah jadi jahat dan senang melihat orang menderita. Negara itu berubah jadi negara yang sepi karena satu per satu rakyatnya dimakan oleh rajanya, ada juga rakyat yang lari menyelamatkan diri. Sang Patih bingung, karena ga ada lagi rakyat yang bisa disuguhkan kepada rajanya.Saat itulah Ajisaka bersama Dora sampe di Medhangkamulan.
Ajisaka heran melihat keadaan negara yang sunyi dan menyeramkan itu, kemudian ia mencari tahu sebabnya. Setelah tau apa yang terjadi di Medhangkamulan. Ajisaka lalu menghadap Patih, menyatakan bahwa ia sanggup menjadi santapan Sang Raja. Awalnya Sang Patih tidak mengijinkan Ajisaka yang masih muda dan (ehem..) ganteng jadi santapan Prabu Dewata cengkar, tapi Ajisaka tetep maksa sampe akhirnya dia dibawa juga untuk menghadap Prabu Dwatacengkar. Sang Prabu juga heran, kenapa orang yang masih muda dan tampan mau-mau aja jadi santapannya. Ajisaka mengajukan syarat, dia rela dimakan Sang Prabu asal dia dihadiahi tanah seluas ikat kepalanya. Selain itu, Ajisaka juga minta Prabu Dewatacengkar sendiri yang mengukur tanah tersebut. Permintaan itu dikabulkan oleh Sang Prabu. Ajisaka kemudian meminta Prabu Dewatacengkar menarik salah satu ujung ikat kepalanya. Ajaibnya, ikat kepala itu mulur terus kayak ga ada habisnya. Prabu Dewatacengkar terpaksa mundur dan mundur terus mengikuti ikat kepala itu sampe di tepi laut selatan. Ajisaka mengibaska ikat kepala tersebut, hal ini membuat Prabu Dewatacengkar terlempar ke laut. Wujud Prabu Dewatacengkar lalu berubah menjadi buaya putih, sedangkan Ajisaka menjadi raja di Medhangkamulan.
Setelah jadi raja, Ajisaka menyuruh Dora pergi ke Pulao Majethi untuk ngambil pusaka yang dijaga oleh Sembada. Sampe di Pulau Majethi, Dora menjelaskan pada Sembada bahwa dia datang atas perintah Ajisaka untuk mengambil pusaka yang dijaga Sembada. Sembada yang patuh pada pesan Ajisaka ga mau ngasih pusaka itu ke Dora. Dora memaksa agar pusaka itu diserahkan ke dia. Akhirnya dua orang itu bertarung. Karena dua-duanya sama-sama sakti, pertarungan berlangsung seru sampai mereka berdua tewas.Prabu Ajisaka mendengar kabar kematian Dora san Sembada. Dia menyesal mengingat kelalaiannya dan kesetiaan Dora dan Sembada. Untuk mengabadkan dua punggawanya itu Ajisaka menciptakan sebuah aksara yang bunyinya :
ha na ca ra ka
Ana utusan (ada utusan)
da ta sa wa la
Padha kekerengan (saling berselisih pendapat)
pa dha ja ya nya
Padha digdayané (sama-sama sakti)
ma ga ba tha nga
Padha dadi bathangé (sama-sama mejadi mayat)

Jacinto Benavente Biografi

Diposkan oleh Joe kancil Sabtu, 23 Juli 2011 0 komentar

Jacinto Benavente (1866-1954), anak seorang dokter anak terkenal, lahir di Madrid. Ia belajar hukum, tetapi ketika ayahnya meninggal dan meninggalkannya dengan pendapatan yang nyaman, ia meninggalkan studinya dan bepergian secara luas di Perancis, Inggris, dan Rusia.Setelah kembali ke Spanyol ia diedit, dan memberikan kontribusi, beberapa surat kabar dan jurnal. Ia menerbitkan kumpulan puisi (1893) dan mencapai beberapa ketenaran dengan Cartas de Mujeres (1892-1893) [Surat Perempuan], serangkaian surat perempuan, yang diikuti oleh seri lain pada tahun 1902.
Surat-surat memberikan Benavente reputasi sebagai penata brilian. Karirnya sebagai dramawan yang dimulai pada tahun 1892 dengan koleksi bermain di bawah judul «The Fantastic Teater», namun kesuksesan pertama adalah El nido ajeno (1894) [lain Sarang] dan Gente conocida (1896) [High Society], sindiran sebuah masyarakat Madrid.

Benavente's memainkan menangani semua strata kehidupan, mereka berdua serius dan komik, realistis dan fantastis, tetapi terutama sebagai penulis komedi tata krama dan farces satu babak yang ia membuat namanya. komedi-Nya biasanya berlangsung di Madrid atau di Moraleda, sebuah kota provinsi imajiner di Castile.
Bahwa dalam memainkan Benavente sebelumnya telah terutama tertarik dalam memberikan potret setia masyarakat, bekerja di kemudian hari menunjukkan keprihatinan yang semakin meningkat atas struktur dramatis ketat
Benavente terkenal karena bermain seperti La Gobernadora (1901) [Gubernur's Wife], Rosas de otoño (1905) [musim gugur Roses], dan terutama Señora ama (1908) [The Lady DPR] dan La Malquerida (1913) [The Salah Loved], dua drama psikologis yang terjadi dalam suasana pedesaan.
Los intereses creado (1907) [Obligasi Bunga] telah berulang kali disebut karya Benavente, dan itu tentu, dari semua memainkan nya, salah satu yang paling sering terlihat di atas panggung. Sebuah catatan pengunduran diri ironis menandai alegori halus bermain ini, tesis yang menegaskan perlunya jahat.
Sebutkan juga harus terbuat dari Hijos bermain, padres de sus padres [Sons, Bapa mereka Orangtua], yang muncul pada tahun kematian Benavente's. memainkan Nya dikumpulkan diterbitkan dalam sepuluh volume antara tahun 1941 dan 1955.

Ekspresi Wajah atau Mimik

Diposkan oleh Joe kancil Kamis, 21 Juli 2011 2 komentar

       Ekspresi wajah atau mimik adalah hasil dari satu atau lebih gerakan atau posisi otot pada wajah. Ekspresi wajah merupakan salah satu bentuk komunikasi nonverbal, dan dapat menyampaikan keadaan emosi dari seseorang kepada orang yang mengamatinya. Ekspresi wajah merupakan salah satu cara penting dalam menyampaikan pesan sosial dalam kehidupan manusia, namun juga terjadi pada mamalia lain dan beberapa spesies hewan lainnya.
        Manusia dapat mengalami ekspresi wajah tertentu secara sengaja, tapi umumnya ekspresi wajah dialami secara tidak sengaja akibat perasaan atau emosi manusia tersebut. Biasanya amat sulit untuk menyembunyikan perasaan atau emosi tertentu dari wajah, walaupun banyak orang yang merasa amat ingin melakukannya. Misalnya, orang yang mencoba menyembunyikan perasaan bencinya terhadap seseorang, pada saat tertentu tanpa sengaja akan menunjukkan perasaannya tersebut di wajahnya, walaupun ia berusaha menunjukkan ekspresi netral. Hubungan perasaan dan ekspresi wajah juga dapat berjalan sebaliknya, pengamatan menunjukkan bahwa melakukan ekspresi wajah tertentu dengan sengaja (misalnya: tersenyum), dapat memengaruhi atau menyebabkan perasaan terkait benar-benar terjadi.
       Sebagian ekspresi wajah dapat diketahui maksudnya dengan mudah, bahkan oleh anggota spesies yang berbeda, misalnya kemarahan dan kepuasan. Namun, beberapa ekspresi lainnya sulit diartikan, misalnya ketakutan dan kejijikan kadang sulit dibedakan. Selain itu, kadang-kadang suatu wajah dapat disalahartikan mengalami emosi tertentu, karena susunan otot-otot wajah orang tersebut secara alami menyerupai wajah seseorang yang mengalami ekspresi tertentu, misalnya wajah seseorang yang tampak selalu tersenyum.

Wanita - Wanita Charlie Chaplin

Diposkan oleh Joe kancil Selasa, 19 Juli 2011 3 komentar


        Siapa yang tidak mau seperti tokoh ini…. Udah tenar,di kelilingi cewek – cewek cantik lagi,, Ya dia adalah Sir Charles Spencer Chaplin, Jr. KBE  atau yang lebih di kenal dengan mana Charlie Chaplin.kalau saya sebelumnya sudah menginggung siapa sosok Charlie Chaplin / Biografi Charlie Chaplin. Kini saatnya mengenal lebih dalam dalam lagi, Siapa sih wanita-wanita Charlie Chaplin. Berikut wanita – wanita yang pernah singgah di bandara hati sang master comedian  itu :


Hetty Kelly

Cinta pertama Chaplin adalah pada Hetty, penari yang ditemuinya di London ketika Hetty masih berusia 15 tahun dan Chaplin 19 tahun. Chaplin tergila-gila dan melamarnya, tapi ditolak. Chaplin memutuskan keduanya untuk tidak saling berjumpa lagi, walaupun keputusan ini membuat hatinya hancur. Hetty tewas menjadi korban epidemi influenza tahun 1918.




Translator

Pengikut

backLink

Mau Tukar Link? Copy/paste code HTML berikut ke blog anda

Bukan sekedar ajang kumpul

joe kancil Theater
Kehidupan

Free Automatic Link Free Automatic Link Web Link Exchange Kostenlose Backlink Austausch Unlimited Backlink Unlimited Backlink Free Automatic Link Unlimited Backlink Unlimited Backlink Free Backlinks PlanetBlog - Komunitas Blog Indonesia

pasang iklan anda