BUKAN SEKEDAR AJANG KUMPUL

Sebuah kata yang semua Orang dipastikan sudah tahu maksudnya, Walaupun dengan kadar kepahaman yang berbeda. Dan sedikit bertabrakan. BUKAN SEKEDAR AJANG KUMPUL Ingin berbagi Pengetahuan Seputar Kebiasaan / Adat Istiadat, Budaya, Kesenian serta segala bentuk hal yang memiliki nilai seni.


Tampilkan postingan dengan label Seni Bojonegoro. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seni Bojonegoro. Tampilkan semua postingan

Sandur

Diposting oleh Joe kancil Selasa, 10 Mei 2011 0 komentar

Seni pertunjukan Sandur dapat dikategorikan sebagai seni pertunjukan tradisional yang berbentuk teater tradisional. Sebagai bentuk teater tradisional, Sandur memiliki ciri-ciri yang sama dengan teater tradisonal daerah lainnya yaitu mempunyai sifat yang sederhana dalam penyajiannya.
       Sebagai bentuk teater tradisional, seni pertunjukan Sandur mempunyai unsur cerita (drama), Tari, Karawitan, Akrobatik (Kalongking) juga terdapat unsur-unsur mistis, karena dalam setiap pementasanya selalu menghadirkan Danyang (roh halus). 
Asal- usul Kesenian Sandur.
kesenian sandur berasal dari permainan anak-anak yang kemudian berkembang menjadi sebuah produk kesenian yang bertumpu pada upacara ritual. Karena sulitnya mencari bahan referensi dan minimnya studi tentang kesenian ini, maka awal keberadaannya tidak diketahui. Namun dari proses wawancara dengan para tokoh kesenian Sandur yang masih ada, dapat diperoleh keterangan bahwa Sandur ada sejak jaman kerajaan yang masih ,menganut aliran kepercayaan atau animisme.

Masyarakat Samin (saminisme)

Diposting oleh Joe kancil Minggu, 08 Mei 2011 0 komentar

Masyarakat Samin terdapat di beberapa desa di wilayah Kecamatan Ngambon, Tambakrejo, dan Ngraho Kabupaten Bojonegoro, yang terbesar berkembang di Desa Tapelan Kecamatan Ngraho.
Berkembang sejak tahun 1900an yang pada awalnya dipelopori oleh seorang yang bernama SOEROSAMIN berasal dari Desa Plosorejo Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora. Karena dalam kesehariannya masyarakat menganut ajaran SOEROSAMIN, maka pada umumnya disebut masyarakat Samin, yaitu masyarakat yang menghendaki kehidupan yang bebas dan merdeka seluas – luasnya tidak dengan batas, merasa dirinya sebagai pahlawan, menentang pemerintah Belanda. Dalam hidupnya tidak suka memfitnah, mengganggu pihak lain atau sebaliknya mereka tidak mengenal istilah mencuri artinya mereka amat jujur.

Tengul

Diposting oleh Joe kancil 0 komentar

Istilah wayang berasal dari bahasa Jawa, yakni dari kata wayangan atau wayang-wayang (bayangan). Akar kata dari wayang adalah "yang", yang artinya selalu bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Kata "yang" kemudian mendapat awalan wa sehingga menjadi wayang.
Awalan wa dalam bahasa Jawa modern tidak mempunyai fungsi lagi, namun dalam bahasa Jawa kuno mempunyai fungsi, misalnya wahiri yang berarti iri hati. Ini berarti bahwa istilah wayang telah ada sejak zaman Jawa kuno ketika awalan wa masih berfungsi dalam tata bahasa.
Dengan demikian, wayang yang arti harfiahnya sama dengan bayangan, maka secara lebih luas mengandung pengertian bergerak satu tempat ke tempat lain atau bergerak kian kemari, tidak tetap atau sayup-sayup (bagi substansi bayang-bayang).
Kesenian tradisional wayang tengul Bojonegoro menjadi saksi sejarah kesenian rakyat di negeri ini. Ia tampil melakonkan cerita kekinian tanpa meninggalkan keasliannya. Ia tegar mengiringi jaman yang bangsanya kian beringsut dari seni tradisinya.

Nagaruda

Diposting oleh Joe kancil Sabtu, 07 Mei 2011 0 komentar

Kesenian rakyat "Nagaruda" yang mengadopsi kisah kepahlawanan Prabu Angling Dharma dengan patihnya, Batik Madrim, akan ditampilkan di Stadion Letjen H Soedirman, Bojonegoro pada tanggal 6 November 2010.
       "Ada 100 penari yang terlibat dalam penampilan kesenian nagaruda, ditambah 10 penabuh gamelan," kata Kepala Bidang Pelestarian dan Pengembangan Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bojonegoro, Saptatik, Selasa.

Reyog

Diposting oleh Joe kancil 0 komentar

Reyog berasal dari huruf depan kata-kata dalam tembang Mocopat Pocung yang berbunyi ( R ) Rasa Kidung (E) Engkang Sukma Adi Luhung (Y) Yang Widhi, Yang Agung (O) Olah Kridaning Gusti (G) Gelar Gulung kersaning kang Moho Agung.Kesenian reyog merupakan warisan budaya bangsa yang harus kita lestarikan , dan dalam perkembanganya kesenian reyog dapat menjadikan hiburan masyarakat luas dan dapat meramaikan di berbagai acara.Reog adalah salah satu kesenian budaya yang berasal dari Jawa Timur bagian barat-laut dan Ponorogo dianggap sebagai kota asal Reog yang sebenarnya. Gerbang kota Ponorogo dihiasi oleh sosok warok dan gemblak, dua sosok yang ikut tampil pada saat reog dipertunjukkan. Reog adalah salah satu budaya daerah di Indonesia yang masih sangat kental dengan hal-hal yang berbau mistik dan ilmu kebatinan yang kuat.

Oklik

Diposting oleh Joe kancil Jumat, 06 Mei 2011 0 komentar

Oklik adalah kesenian tradisional yang menggunakan peralatan sederhana yaitu kentongan dari bambu yang dibunyikan dengan irama yang teratur sehingga memberikan suara yang enak didengar.
Oklik ini awalnya dipergunakan untuk jaga malam ( ronda ) untuk membangunkan masyarakat yang sedang tidur agar terjaga dan mengontrol keamanan rumahnya masing masing dan dengan adanya perkembangan jaman oklik dijadikan kesenian yang dapat dinikmati semua orang.

mengadakan acara gugah saur, lha untuk menyemarakkannya akhirnya kegiatan ini di lombakan dan tentunya ini menjadi daya tarik tersendiri wisata kota rembang yang patut dikembangkan dan disebar luaskan kepada khalayak umum.

Antiririt (Kuda Lumping)

Diposting oleh Joe kancil Kamis, 05 Mei 2011 0 komentar

Konon, tari kuda lumping merupakan bentuk apresiasi dan dukungan rakyat jelata terhadap pasukan berkuda Pangeran [[Diponegoro]] dalam menghadapi penjajah Belanda. Ada pula versi yang menyebutkan, bahwa tari kuda lumping menggambarkan kisah perjuangan Raden Patah, yang dibantu oleh Sunan Kalijaga, melawan penjajah Belanda. Versi lain menyebutkan bahwa, tarian ini mengisahkan tentang latihan perang pasukan Mataram yang dipimpin Sultan Hamengku Buwono I, Raja [[Mataram]], untuk menghadapi pasukan Belanda.
Terlepas dari asal usul dan nilai historisnya, tari kuda lumping merefleksikan semangat heroisme dan aspek kemiliteran sebuah pasukan berkuda atau kavaleri. Hal ini terlihat dari gerakan-gerakan ritmis, dinamis, dan agresif, melalui kibasan anyaman bambu, menirukan gerakan layaknya seekor kuda di tengah peperangan.

Seringkali dalam pertunjukan tari kuda lumping, juga menampilkan atraksi yang mempertontonkan kekuatan supranatural berbau magis, seperti atraksi mengunyah kaca, menyayat lengan dengan golok, membakar diri, berjalan di atas pecahan kaca, dan lain-lain. Mungkin, atraksi ini merefleksikan kekuatan supranatural yang pada jaman dahulu berkembang di lingkungan Kerajaan Jawa, dan merupakan aspek non militer yang dipergunakan untuk melawan pasukan Belanda.

Ruwatan

Diposting oleh Joe kancil Rabu, 04 Mei 2011 0 komentar

Dalam tradisi Jawa, ruwatan adalah prosesi spiritual untuk membuang kesialan hidup orang-orang yang sedang dalam sukerta (susah) Orang-orang sukerta ini, menurut cerita adalah orang-orang yang akan dimangsa oleh Batara Kala. Ada beberapa kriteria bagi mereka yang diruwat, antara lain ontang-anting (putra/putri tunggal), kedono-kedini (sepasang putra-putri), sendang kapit pancuran (satu putra diapit dua putri). Mereka yang lahir seperti ini menjadi mangsa empuk Bhatara Kala, simbol kejahatan.

Kentrung

Diposting oleh Joe kancil Selasa, 03 Mei 2011 0 komentar

Seni kentrung adalah salah satu bentuk kesenian yang amat kental dengan dua dimensi, yakni dimensi artistik – estetik yang menjadi unsur utama dalam kontruksi kesenian itu sendiri dan unsur etis yang sarat dengan nilai-nilai moral.
Setiap kesenian merupakan symbol-symbol estetis seperti:
- keanggunan
- keindahan
- kemerduan yang memberikan suasana menghibur bagi para penikmatnya.
Kentrung adalah suatu tontonan tradional, seni tutur atau lisan berupa cerita-cerita yang berisi pesan-pesan moral yang diiringi alat musik terbang atau rebana.

Cerita kentrung diambil dari Hikayat Para Nabi Islam,Hikayat Amir Hamzah atau babat tanah Jawa, dan Kentrung Kabupaten Bojonegoro merupakan pergeseran budaya dari Jawa Tengah.




Translator

Pengikut

backLink

Mau Tukar Link? Copy/paste code HTML berikut ke blog anda

Bukan sekedar ajang kumpul

joe kancil Theater
Kehidupan

Free Automatic Link Free Automatic Link Web Link Exchange Kostenlose Backlink Austausch Unlimited Backlink Unlimited Backlink Free Automatic Link Unlimited Backlink Unlimited Backlink Free Backlinks PlanetBlog - Komunitas Blog Indonesia
free counters

pasang iklan anda