BUKAN SEKEDAR AJANG KUMPUL

Sebuah kata yang semua Orang dipastikan sudah tahu maksudnya, Walaupun dengan kadar kepahaman yang berbeda. Dan sedikit bertabrakan. BUKAN SEKEDAR AJANG KUMPUL Ingin berbagi Pengetahuan Seputar Kebiasaan / Adat Istiadat, Budaya, Kesenian serta segala bentuk hal yang memiliki nilai seni.


Tampilkan postingan dengan label Latihan dan Teknik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Latihan dan Teknik. Tampilkan semua postingan

Langkah - Langkah Peran dengan Adegan

Diposting oleh Joe kancil Senin, 19 Desember 2011 3 komentar

         Kalimat dalam dialog mengandung isi pikiran dan perasaan yang perlu diekspresikan. Untuk dapat menyampaikannya diperlukan kemampuan vokal, gerak, dan imajinasi seorang pemain.

Vokal
    Hal yang perlu diperhatikan dalam vokal:
•    aksen dinamik, merupakan bagian kata atau kalimat yang diucapkan lebih keras atau diberi penekanan daripada kata atau kalimat yang lain.
•    aksen tempo, merupakan kata yang mendapat aksen tempo merupakan kata yang lebih penting daripada yang lain. Dengan penggunaan tempo lebih lambat.
•    aksen nada/ intonasi, kalimat bisa menimbulkan arti yang bebeda apabila dilagukan dengan intonasi yang berbeda.

    Imajinasi
    Imajinasi diperlukan untuk hal-hal berikut:
•    Membina klimaks, membina klimaks dengan membina perkembangan kisah atau adegan. Hal ini berpengaruh pada keasyikan penonotn menikmati pertunjukan. Perkembangan dilakukan dengan bertahap.
•    Bermain dengan hidup, dalam menghayati perannya, pemain membutuhkan imajinasi untuk memasuki dunia perannya sehingga apabila pemain dapat sungguh menikmati perannya maka akan mempengaruhi perasaan dan adegan peran.

    Gerak
    Tubuh bergerak mengikuti peran yang dimainkan, berbagai macam gerak antara lain, gerak besar (melangkah, bloking) dan gerak kecil (mengerling, komat-kamit, bernapas, dll)
motif bergerak yang baik dalam teater antara lain:
•    Alasan kewajaran, karena keadaan dan situasi peran yang menuntutnya untuk bergerak. Karena hasil imajinasi terutama.
•    Alasan kejiwaan, karena alasan perasaan/ kejiwaan. Misalnya dalam keadaan marah dengan mengepalkan tangan dan memukul sesuatu.
      Gerak juga harus disesuaikan dengan timing/ waktu untuk menguatkan dialog dan kalimat yang diucapkan dan agara tidak mengganggu dan merusak isi dan makna dialog, antara lain:
Gerak sebelum ucapan, Gerak bersama ucapan, Gerak setelah ucapan. 

sumber : -

Menentukan Bentuk dan Gaya Pementasan

Diposting oleh Joe kancil Sabtu, 22 Oktober 2011 1 komentar

Bentuk dan gaya pementasan membingkai keseluruhan penampilan pementasan. Penting bagi sutradara untuk menentukan dengan tepat bentuk dan gaya pementasan.
Bentuk dan gaya yang dipilih secara serampangan akan mempengaruhi kualitas penampilan.

Berdasar Naskah Lakon
Mementaskan teater berdasarkan naskah lakon menjadi ciri umum teater modern. Hal ini memiliki kelebihan tersendiri, di antaranya adalah sebagai berikut. Durasi waktu dapat ditentukan dengan pasti.
Karena dialog peran sudah ditentukan dan tidak boleh ditambah atau dikurangi maka durasi pementasan dapat ditentukan. Dari serangkaian latihan yang dikerjakan secara rutin dan kontinyu ditambah dengan unsur artistik dan teknis maka lamanya pertunjukan teater berdasar naskah dapat ditetapkan.
Bahkan dalam produksi teater profesional yang semuanya dirancang dengan baik, lamanya adegan, perpindahan antaradegan, dan tanda keluar-masuk ilustrasi musik atau pencahayaan ditentukan waktunya sehingga setiap detik sangat berharga dan menentukan berhasil tidaknya pertunjukan tersebut. Arahan dialog sudah ada.
Sutradara tidak perlu menambah atau mengurangi dialog yang sudah tertulis dalam lakon kecuali punya keinginan mengadaptasinya. Tugas aktor adalah menghapalkan dialog tersebut dan mengucapkannya dalam pementasan. Dalam lakon terkadang arahan emosi berkaitan dengan dialog juga dituliskan sehingga sutrdara lebih mudah dalam memantau emosi tokoh yang diperankan aktor.
Arahan laku permainan dapat ditemukan dalam naskah. Dengan mempelajari naskah, arahan laku permainan dari awal sampai akhir dapat ditemukan. Dengan demikian, sutradara mudah dalam membuat perencanaan blocking. Konflik dan penyelesaian tidak bekembang. Karena tidak ada impovisasi, maka konflik dan penyelesaian lakon pasti. Fokus permasalahan telah ditentukan. Sutradara menjadi mudah menentukan penekanan permasalahan lakon.
Pengembangan yang dilakukan hanyalah persoalan sudut pandang. Gambaran bentuk latar kejadian dapat ditemukan dalam naskah. Lakon telah menyediakan gambaran lengkap laku perisitiwa melalui dialog tokoh-tokohnya. Gambaran ini sangat penting bagi sutradara untuk mewujudkannya di atas pentas. Kalaupun hendak melakukan adaptasi atau penyesuaian, sutradara telah mendapatkan gambarannya.
Di samping kelebihan tersebut di atas, pementasan teater berdasar naskah lakon juga memiliki kekurangan dan problem tersendiri. Jika sumber daya yang dimiliki tidak sesuai dengan kehendak lakon harus dilakukan adaptasi. Hal ini perlu dilakukan. Jika memaksakan kehendak harus sesuai dengan gagasan lakon, maka kerja sutradara akan semakin keras. Tergantung dari kekurangan sumber daya yang dimiliki.
Jika sumber daya manusia (aktor) yang kurang, maka sutradara memerlukan waktu ekstra untuk membimbing para aktornya. Jika sumber dana yang kurang maka tim poruduksi harus berusaha keras untuk memenuhi tuntutan tersebut. Jika hendak menyesuaikan dengan ketersediaan sumber daya, maka adaptasi lakon harus dilakukan. Sutradara perlu meluangkan waktu untuk melakukannya. Kreativitas aktor terbatas.
Dengan ditentukannya arah laku maka kreativitas aktor di atas panggung menjadi terbatas. Meskipun secara artistik tidak masalah, tetapi karya teater menjadi karya sutradara. Aktor tidak memiliki kebebasan penuh selain menerjemahkan konsep artistik sutradara. Tidak memungkinkan pengembangan cerita.
Cerita yang telah dituliskan oleh pengarang harus ditaati. Setuju atau tidak setuju terhadap cerita, konflik, dan penyelesaian konflik, sutradara harus mengikutinya. Jika sutradara hendak mengembangkan cerita, konflik dan mengubah cara penyelesaian, ia harus mendapatkan ijin dari penulis naskah lakon. Jika ia tetap melakukannya, maka sutradara telah melanggar kode etik dan hak karya artistik. Jika naskah lakon tersebut telah dipublikasikan dalam bentuk buku dan memiliki hak cipta maka sutradara bisa dituntut di muka hukum.

Catatan Membaca Naskah Drama

Diposting oleh Joe kancil Sabtu, 08 Oktober 2011 1 komentar

        Membaca drama berbeda dari membaca fiksi drama menceritakan sedikit tentang karakter, biasanya hanya dalam arah tahap yang pemirsa dari memainkan tidak melihat.
Kedua aktor dan pembaca, kemudian, harus membaca petunjuk tahap hati-hati dan untuk membuat kesimpulan dari apa yang dipelajari tentang karakter dalam dialog. Dari apa yang dikatakan karakter, Anda harus membangun sebuah penafsiran siapa mereka. 

Karakter
Hal pertama yang Anda ingin mendapatkan lurus tentang bermain adalah karakter, plot dalam drama sebagian besar ditentukan oleh interaksi antara KARAKTER. Jadi ada dua hal yang perlu mencari tahu:

1. Apa yang terjadi dan telah terjadi pada masing-masing karakter dan siapa mereka sebagai akibat dari peristiwa ini.
  • Kami menyebutnya "garis utama".
  • Cara yang baik untuk membentuk garis utama adalah berpikir tentang motivasi: apa yang membuat setiap bentuk karakter? Apa yang mereka inginkan, apa yang memotivasi tindakan mereka dan kata-kata? 
  • Apa yang kita mencari tahu tentang sejarah masing-masing karakter dalam bermain? Apa masa lalu mereka memberitahu kita tentang mereka sekarang? 
  • Pilih karakter untuk mengkhususkan masuk Menggunakan sejarah masa lalu yang karakter, membangun motivasi. Apa yang membuat dia hadir? Bagaimana mereka berhubungan dengan masing-masing karakter lain?
2. Bagaimana karakter berinteraksi.
  • Kami menyebutnya "garis lintas".
  • memahami bagaimana masing-masing karakter dalam setiap tingkat berhubungan satu sama lain dan untuk orang-orang di tingkat lain
  •  Apa hubungan masing-masing karakter dengan setiap karakter lain.

Plot dalam drama biasanya dalam empat bagian dari komplikasi dengan pembatalan melalui pengakuan untuk resolusi.
  • komplikasi adalah awal dari tindakan, di mana semua konflik akan diatur, kabel bisa menyeberang, orang-orang menentang satu sama lain, para pecinta tersesat dari satu sama lain dll Apa yang akan rumit dalam permainan ini?
  • pembalikan atau "PERIPETIA" adalah giliran tiba-tiba aksi dari bermain, saat ini dalam sebuah tragedi di mana pahlawan jatuh (seperti ketika Adam menggigit apel atau pembunuhan Macbeth raja). Apakah ada ternyata tiba-tiba dalam bermain ini?
  • Satu jenis krisis bisa menjadi krisis mengetahui, sebuah iluminasi pengertian, tiba-tiba, atau pengakuan (seperti ketika Oedipus akhirnya tokoh bahwa ia adalah pembunuh ia telah mencari). Apa saat-saat penting pengakuan dalam bermain? Siapa yang mengakui apa? Apa yang memberitahu kita tentang TEMA dari bermain, makna itu mengeksplorasi, pesan itu ingin menyeberang?
  • Resolusi adalah cara memainkan akan teratasi pada akhirnya. Jika itu komedi, memutar umumnya berakhir dengan pernikahan, pesta, dansa. Komedi berakhir dengan integrasi pahlawan ke dalam masyarakat. Tragedi adalah tentang isolasi pahlawan dari masyarakat, sehingga mereka biasanya berakhir dengan kematian atau pengasingan. Bagaimana akhir ini bermain? Apakah ini komedi atau tragedi? Apa yang tampaknya saat-saat paling dramatis dalam bermain? Dimana krisis?
Tema
      Cara lain untuk mendapatkan di TEMA melibatkan menaruh perhatian pada apa dramawan menekankan.
  1. Apa ide-ide dan masalah yang berulang, dibesarkan lagi dan lagi?
  2. Apa ide-ide memiliki citra, terkuat paling jelas dan / atau bahasa kiasan yang terkait dengan mereka?
  3. Apa yang akan Anda mengidentifikasi sebagai garis paling penting dalam bermain?

Latihan Asah Akting

Diposting oleh Joe kancil Rabu, 27 Juli 2011 3 komentar

Hay teman… diantara kalian siapa yang jago akting, Mungkin semuanya saya kira jago akting semua,, Apa lagi anak cowo!! gak seru kalau tidak jago akting…, Sebenar sih..gampang_gampang susah untuk belajar akting, asal kita tahu dasarnya. Untuk itu mari kita belajar dasar dengan latihan interaktif. Latihan interaktif bertujuan mengasah keberanian akting, menghilangkan rasa risih serta membangun kekuatan mental sebagai aktor.

Ada lima tingkatan dalam latihan ini :
Pertama, salah satu peserta latihan melakukan pembicaraan, sedangkan teman-temannya menjawab serentak dengan cemoohan. Hal ini dilakukan untuk semua peserta secara begiliran pula dieejek oleh yang lainnya.

Kedua, pelatihan mengajak orang yang sedang lewat berbicara dengan ekspresi seolah-olah serius, usahakan orang tersebut percaya dengan pembicaraan kita. Kemudian tinggalkan orang itu dalam keadaan percaya apa yang kita katakan.

Menonton Imajinasi

Diposting oleh Joe kancil Senin, 25 Juli 2011 2 komentar

Pernah kan anda berimajinasi? Saat menonton sebuah pertunjukan sandiwara kerap kita terbawa kedalam suasana yang dihadirkan para aktor tanpa disadari. Sering kali tanpa disadari kita menangis saat menonton drama, apalagi saat menonton yang namanya sinetron. Bahkan sangking asyik nya mata kita mau copot mlototin itu layar TV, sampai tak berkedip…
Didalam seni pertunjukan. Kemampuan akting anak wayang yang bermain sandiwara di atas pentas menyajikan pertunjukan dengan baik memang kadang membuat kita ”terbang” ke alam mimpi dan terbuai dalam sebuah suasana ”asing” yang lepas dari kenyataan kita sebenarnya. 
Hal ini membuat sebuah drama menjadi sebuah suguhan yang menarik, selain sebuah media hiburan kerap pula menjadi media hiburan bagi para pecinta seni. khususnya seni drama.
Dibalik semua yang tersaji di atas pentas tersebut ternyata ada rahasia lain yang tersembunyi, ada sebuah proses panjang sebelum karya tersebut menjadi tontonan bagi penikmatnya. Setidaknya ada lima proses yang dilalui oleh seorang pencipta karya drama sebelum tersaji ke atas pentas yaitu proses stimulasi, proses sublimasi, proses kontemplasi, aksi kreatif dan menikmati.
Udah dulu ya sob, lain kali pasti akan saya jelaskan kelima proses tersebut !!

Ekspresi Wajah atau Mimik

Diposting oleh Joe kancil Kamis, 21 Juli 2011 1 komentar

       Ekspresi wajah atau mimik adalah hasil dari satu atau lebih gerakan atau posisi otot pada wajah. Ekspresi wajah merupakan salah satu bentuk komunikasi nonverbal, dan dapat menyampaikan keadaan emosi dari seseorang kepada orang yang mengamatinya. Ekspresi wajah merupakan salah satu cara penting dalam menyampaikan pesan sosial dalam kehidupan manusia, namun juga terjadi pada mamalia lain dan beberapa spesies hewan lainnya.
        Manusia dapat mengalami ekspresi wajah tertentu secara sengaja, tapi umumnya ekspresi wajah dialami secara tidak sengaja akibat perasaan atau emosi manusia tersebut. Biasanya amat sulit untuk menyembunyikan perasaan atau emosi tertentu dari wajah, walaupun banyak orang yang merasa amat ingin melakukannya. Misalnya, orang yang mencoba menyembunyikan perasaan bencinya terhadap seseorang, pada saat tertentu tanpa sengaja akan menunjukkan perasaannya tersebut di wajahnya, walaupun ia berusaha menunjukkan ekspresi netral. Hubungan perasaan dan ekspresi wajah juga dapat berjalan sebaliknya, pengamatan menunjukkan bahwa melakukan ekspresi wajah tertentu dengan sengaja (misalnya: tersenyum), dapat memengaruhi atau menyebabkan perasaan terkait benar-benar terjadi.
       Sebagian ekspresi wajah dapat diketahui maksudnya dengan mudah, bahkan oleh anggota spesies yang berbeda, misalnya kemarahan dan kepuasan. Namun, beberapa ekspresi lainnya sulit diartikan, misalnya ketakutan dan kejijikan kadang sulit dibedakan. Selain itu, kadang-kadang suatu wajah dapat disalahartikan mengalami emosi tertentu, karena susunan otot-otot wajah orang tersebut secara alami menyerupai wajah seseorang yang mengalami ekspresi tertentu, misalnya wajah seseorang yang tampak selalu tersenyum.

Latihan Adegan

Diposting oleh Joe kancil Selasa, 12 Juli 2011 1 komentar

       Beberapa latihan untuk melatih kemampuan beradegan dengan lawan main atau sendiri

Gerak cermin
Pemain berpasangan dan saling berhadapan. seorang menjadi cermin yang lainnya bercermin. Seakan-akan tiruan gerak seperti dalam cermin.
Gerak cermin ini untuk menghasilkan kebersamaan diperlukan gerak yang pelan dan kontinyu. 
Dimulai dari gerak tangan kemudian dilanjutkan ke anggota tubuh yang lain serta megatur level atau posisi. Setelah beberapa saat, peran berganti secara langsung. Yang menjadi cermin giliran menjadi orang yang bercermin.
Jika adegan ini berjalan dengan baik maka orang lain yang melihat akan sulit membedakan mana yang cermin dan mana orang yang bercermin.

Duduk dan berdiri
       Adegan dilakukan berpasangan. Ketentuannya adalah para pemain membuat dan menyajikan sebuah cerita dalam adegan dengan hanya bergerak. Tidak boleh mengucapkan kata atau kalimat selain hanya interjeksi dan itu jika hanya diperlukan saja.
Inti dari adegan adalah, harus ada seseorang yang berdiri dan yang duduk di kursi. Masing-masing pemain harus berusaha untuk duduk di kursi dengan cara dan strateginya tersendiri. Namun demikian adegan tetap dijalankan mulai dari awal sampai akhir sesuai tuntutan cerita yang telah ditentukan.

Latihan Dialog

Diposting oleh Joe kancil Rabu, 06 Juli 2011 1 komentar

Latihan Dialog secara improfisasi dapat melatih kita saat kehilangan kosentrasi di atas panggung,selain itu juga bisa membantu kita dalam pengendalian emosi di panggung,, oke deh… mari kita latihan dasar Dialog secara improfisasi.

Musik dan katakan!
Semua pemain untuk berjalan dengan bebas dan santai. Lalu musik dimainkan dan semua pemain bergerak mengikuti irama musik. Ketika musik berhenti segera semua berhenti bergerak.
Terus Namun ketika musik dimainkan (oleh instruktur) semua pemain harus bergerak mengikuti irama musik yang diperdengarkan. Ketika musik dihentikan semua pemain berhenti dan pose diam mematung sesuai gerak terakhir yang dilakukan.
Ketika musik dimainkan kembali pemain bergerak atau menari mengikuti irama musik. Demikian seterusnya. Kemudian ditingkatkan dengan dialog, dialog ketika secara spontan dan bebas setelah semua berhenti bergerak atau musik berhenti. Dialog bisa berupa pernyataan, puisi dan lain sebagainya.

Olah Vokal II (Artikulasi dan Getikulasi)

Diposting oleh Joe kancil Rabu, 29 Juni 2011 1 komentar

        ARTIKULASI
        Artikulasi pada teater adalah pengucapan kata melalui mulut agar terdengar dengan baik dan benar serta jelas, sehingga telinga pendengar/penonton dapat mengerti pada kata‑kata yang diucapkan.
Pada pengertian artikulasi ini dapat ditemukan beberapa sebab yang mongakibatkan terjadinya artikulasi yang kurang/tidak benar, yaitu :
·     Cacat artikulasi alam : cacat artikulasi ini dialami oleh orang yang berbicara gagap atau orang yang sulit mengucapkan salah satu konsonon, misalnya ‘r’, dan sebagainya.
·     Artikulasi jelek ini bukan disebabkan karena cacat artikulasi, melainkan terjadi sewaktu‑waktu. Hal ini sering terjadi pada pengucapan naskah/dialog.

Berlatih Eksplorasi Kata

Diposting oleh Joe kancil 0 komentar

Bicara dengan mata tertutup

Semua pemain ditutup atau memejamkan mata. Mereka dianjurkan untuk berjalan berkeliling atau berjalan sesuai kehendak hati, akan tetapi ketika bersentuhan atau bersinggungan dengan pemain lain maka mereka saling melontarkan satu kalimat secara verbal dan keras. 
Kalimat boleh apa saja, baik itu penggalan dialog dalam naskah, bait puisi atau apapun yang ingin dibicarakan.
      Catatan: Latihan ini sangat baik untuk melatih improvisasi dalam membentuk kalimat secara spontan. Dengan mata tertutup maka pemain tidak akan merasa malu dan canggung dalam berucap.

Sarana Seni Sandur

Diposting oleh Joe kancil Jumat, 24 Juni 2011 0 komentar

       Seni pertunjukan Sandur adalah seni pertunjukan rakyat yang sederhana, ini dapat diketahui dari bentuk pementasannya yang hanya dilakukan di tanah lapang dan hanya memakai lampu penerangan dari obor.
Sebagai salah satu seni pertunjukan, kesenian Sandur juga memerlukan sarana dan prasarana penunjang dalam pertunjukannya. Sarana penunjang dalam pertunjukan Sandur tersebut adalah :
1. Tempat dan Sarana Pertunjukan.
       Seni pertunjukan sandur biasanya dipentaskan di tanah lapang, dibatasi pagar berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 8 x 8 meter yang biasa disebut Blabar Janur kuning, kemudian tali itu diberi hiasan lengkungan janur kuning dan digantungi aneka jajan pasar, selain itu juga terdapat ketupat dan lontong ketan atau lepet. Dua batang bambu jenis ori ditancapkan dengan ketinggian kurang lebih 10 – 12 meter, di antara bambu tersebut dipasang tali besar yang menghubungkan kedua bambu. Kedua batang bambu beserta talinya tersebut digunakan untuk adegan Kalongking.

Olah Vokal I (Intonasi dan Warna suara)

Diposting oleh Joe kancil Senin, 20 Juni 2011 0 komentar

        INTONASI
        Seandainya pada dialog yang kita ucapkan, kita tidak   menggunakan intonasi, maka akan terasa monoton, datar dan membosankan. Yang dimaksud intonasi di sini adalah tekanan‑tekanan yang diberikan pada kata, bagian kata atau dialog. Dalam tatanan intonasi, terdapat tiga macam, yaitu :
1.   Tekanan Dinamik (keras‑lemah)
        Ucapkanlah dialog pada naskah dengan melakukan penekanan‑penekanan pada setiap kata yang memerlukan penekanan. Misainya saya pada kalimat “Saya membeli pensil iini” Perhatikan bahwa setiap tekanan memiliki arti yang berbeda.
- SAYA membeli pensil ini. (Saya, bukan orang lain)
- Saya MEMBELI pensil ini. (Membeli, bukan, menjual)
- Saya membeli PENSIL ini. (Pensil, bukan buku tulis)

Melatih Panca Indra

Diposting oleh Joe kancil Rabu, 15 Juni 2011 1 komentar

       Manusia yang normal dikaruniai Tuhan dengan lima panca indera secara utuh. Dalam berbagai aktivitas sehari-hari menggunakan panca indera kita tersebut, baik secara sadar atau tidak. Dalam teater kita juga harus menggunakan indera kita dengan baik agar dapat memainkan suatu peran dengan baik pula.
Supaya alat-alat indera kita dapat bekerja semaksimal mungkin, tentu saja harus dilatih. Hal ini sangat perlu dalam teater untuk membantu kita dalam membentuk ekspresi. Bentuk-bentuk latihan yang dapat dilakukan, antara lain :
1 Mata
•     Duduk bersila sambil menatap suatu titik di dinding. Konsentrasi hanya pada titik tersebut.    Usahakan menatap titik tersebut tanpa berkedip, selama mungkin.




Translator

Pengikut

backLink

Mau Tukar Link? Copy/paste code HTML berikut ke blog anda

Bukan sekedar ajang kumpul

joe kancil Theater
Kehidupan

Free Automatic Link Free Automatic Link Web Link Exchange Kostenlose Backlink Austausch Unlimited Backlink Unlimited Backlink Free Automatic Link Unlimited Backlink Unlimited Backlink Free Backlinks PlanetBlog - Komunitas Blog Indonesia
free counters

pasang iklan anda